Category: Music

7 Lagu Rock Keren Paling Hits dari Band Lokal Indonesia

October 31, 2021 0

7 Lagu Rock Lokal Paling Keren dan Hits – Industri musik Indonesia berhasil menghasilkan banyak lagu-lagu hits termasuk lagu ber-genre rock. Band-band rock terkenal seperti Slank banyak menghasilkan lagu-lagu rock lokal yang beken dan populer.

Slank menjadi salah satu band rock lokal paling legendaris. Lagu-lagu Slank bergenre rock banyak yang menjadi hits, salah satunya lagu Ku Tak Bisa. Kami telah memilih daftar 7 lagu rock lokal paling beken dan paling hits sejak dulu sampai sekarang, termasuk lagu Slank yang berjudul Ku Tak Bisa berikut ini.

7 Lagu Rock Lokal Paling Hits dan Populer

Album : PLURTahun : 2004

Ku Tak Bisa menjadi lagu rock hits dari band Slank. Seperti diketahui jika Slank adalah salah satu band lokal paling dikenal dengan jutaan penggemar yang dikenal sebagai Slankers. Lagu Ku Tak Bisa bernuansa slow rock dan tentu sudah dihafal di kalangan penggemar musik Indonesia.

Slank sendiri akan mengadakan Konser Spesial SLANK Bersama Shopee yang akan diadakan pada tanggal 31 Maret 2019. Konser spesial tersebut akan diselenggarakan di International Convention Exhibition (ICE) BSD di Tangerang, Banten.

Para Slankers bisa mendapatkan undangan Konser Spesial Slank Bersama Shopee dengan membeli produk-produk elektronik pilihan di Shopee. Pembelian dapat dilakukan dari sekarang dan dapatkan undangan Konser Spesial Slank Bersama Shopee untuk menonton langsung konser Slank.

Album : Kotak KeduaTahun : 2008

Kotak menjadi salah satu band rock populer dengan vokalis wanita. Hal ini membuat Kotak menjadi unik dan mampu bertahan dalam belantika musik Indonesia. Lagu Beraksi dari Kotak bisa jadi hits rock Kotak yang paling ikonik sampai saat ini.

3. God Bless – Rumah Kita

Album : Semut HitamTahun : 1988

Lagu Rumah Kita dari band rock lokal God Bless termasuk lagu rock beken yang legendaris. Lagu ini bahkan banyak dinyanyikan penyanyi lain sampai sekarang. Rumah Kita dirilis dari album Semut Hitam pada tahun 1988.

Album : Radja Tahun : 1997

Band /rif merupakan salah satu band rock populer di era 90an. Salah satu lagu hitsnya berjudul Radja pun dikenal luas sampai sekarang. Lagu ini melambungkan nama /rif sebagai band rock klasik paling beken di Indonesia.

Album : PAS 2.0Tahun : 2003

PAS Band termasuk band rock underrated karena banyak lagu-lagunya yang enak didengar. Lagu andalan PAS Band yang paling hits mungkin adalah Jengah. Lagu dari album PAS 2.0 ini menjadi hits rock yang terkenal dan beken sampai sekarang.

6. Jamrud – Berakit-Rakit

Album : Terima KasihTahun : 1998

Jamrud sempat dikenal sebagai band rock populer dengan lagu-lagu yang enak didengar. Lagu Berakit-Rakit menjadi hits andalan Jamrud pada album Terima Kasih. Lagu ini dikenal dengan tempo cepat, nada keras dan lirik lagu yang unik.

7. Andra and the Backbone – Sempurna

Album : Andra and the BackboneTahun : 2007

Andra and the Backbone bisa dibilang sebagai band rock baru di era 2000an, namun lagu-lagunya banyak yang jadi hits. Sempurna merupakan hits pertama band ini yang masih terkenal sampai sekarang, bahkan sering dicover dan dinyanyikan oleh musisi lain.

Nah itulah lagu-lagu rock keren paling hits dari band-band rock lokal Indonesia, termasuk lagu Ku Tak Bisa dari Slank. Jangan lupa juga berburu undangan eksklusif untuk menghadiri acara Konser Spesial SLANK bersama Shopee tanggal 31 Maret pukul 19.00 WIB di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD. Jangan lewatkan acara ini karena akan ada banyak promo istimewa dan kejutan seru di dalamnya. Manfaatkan Men Sale di Shopee dengan membeli produk-produk pilihan selama periode campaign Men Sale berlangsung. Semua Pasti Ada di Shopee !!!

Share Button
By Mila Karmilla

12 LAGU ROCK TERBAIK INDONESIA 2020 Versi MUSIKERAS

October 31, 2021 0

Kesuraman yang menyelimuti sebagian besar kehidupan manusia sepanjang 2020 akibat terpaan pandemi, tidak menyurutkan lahirnya karya-karya rekaman rock bertaji. Tidak mudah memilah-milahnya menjadi (hanya) selusin lagu yang menurut kami terbaik di 2020 ini. Tapi setidaknya, karya-karya inilah yang kami anggap paling sukses mengombinasikan kreativitas yang nyaris tak bertepi, orisinalitas dan keunikan. Lalu di sisi lain, juga mampu meninggalkan dampak serta sensasi kuat di berbagai platform media sosial. 

Semoga sebagian besar lagu favorit kalian juga ada di deretan pilihan kami ini.

Trio asal Yogyakarta ini menyuguhkan komposisi yang sedap dalam tatanan rock. Kritikan sosial dilantunkan dengan kalem, namun digetarkan dengan formula musik yang gagah, lewat suara gitar berkadar gain tinggi yang lebar untuk menegaskan ritme, lalu ada suntikan synthesizer yang menyambar-nyambar serta permainan dram yang agresif sebagai pondasi.

Sangat jelas, AC/DC ditempatkan oleh band ini sebagai sumber daya utama penggerak musiknya. Tapi di lini gitar, mereka sedikit melebarkannya dengan suntikan thrash metal agar tak terjebak menjadi ‘palsu’ seperti judul lagunya. Ekspresi serta tata suara lagu ini lumayan juara, bisa menyampaikan unek-unek di liriknya dengan leluasa tanpa kehilangan gairah rock yang mendidih.

Di proyek solo Roy Jeconiah ini, ia menumpahkan energi rock yang lebih keras dari biasanya, bahkan sedikit menyenggol ranah metal. Tempo lebih cepat dengan beat yang lebih dinamis. Pola yang menurut Roy, tak bisa ia salurkan secara maksimal saat masih tergabung di band Boomerang. “Anarkis yang Kronis” ini adalah single pembuka untuk album barunya yang bertajuk “The Sun”.

Karya rekaman yang lahir sebagai bagian dari akumulasi kobaran kemarahan, yang dikumpulkan lalu dimuntahkan di album kedua Kausa yang berjudul “Una In Pepertuum”. Secara teknis, sound gitar digeber lebih berat, menerapkan penalaan (tuning) gitar di A#, lalu dibungkus dengan karakter distorsi yang lumayan kasar. Di lagu ini, kita juga mendengarkan eksekusi vokal dengan teknik berbeda dari Lukman ‘Luks’ Laksmana. Vokalis dan gitaris yang selama ini dikenal sebagai corong utama band punk rock ibu kota, Superglad tersebut sedikit mengeksplorasi suara kasar yang cenderung mengarah ke growl.

Denyut alternative rock ‘90an yang selama ini mengalir kuat di band ini, kali ini digiring ke tingkatan yang berbeda. Ada keberanian merangsek lebih dalam. Dan kehadiran dua ‘darah’ barunya di lini vokal dan dram membuat eksplorasi “Agresi” lebih maksimal dan tajam. Terjadi eksekusi yang sepadan, dimana karakter kuat musikalitas Cokelat mampu diimbangi vokalis barunya, Aiu Ratna yang powerful, namun membius lewat penyampaian nada yang magis dan emosional.

Evolusi musikal band ini semakin menarik. “Apologize” terdengar sangat berbeda dibanding materi mereka sebelumnya. Ada kesepakatan meracik warna baru, yang diperkuat penerapan hook serta riff yang lebih mudah dicerna, namun tetap mendesingkan deruan rock yang khas dan modern. Mereka mengakui, memang kini ingin lebih bereksperimen, dengan pendekatan rock kekinian.

Teknik vokal high pitch screaming serta aransemen yang cenderung mengarah progresif menjadi magnet utama “Derana”. Olahan aransemennya juga dibubuhi ambience dan loop ala musik-musik ’80an yang membuatnya terdengar segar dan menggigit. 

Eksplorasi dan bereksperimen masih menjadi jimat utama unit goth/industrial ini dalam berkarya. Getah konsisten untuk selalu tampil berbeda, dan “Coma” adalah implementasi terkini mereka. Masih bernuansa gelap, dengan kombinasi raungan gitar berdistorsi kasar yang dibiarkan menyeringai seram, yang lantas diantarkan lewat getaran rendah dan dalam dari cabikan bass serta isian-isian dram yang nyaris tak henti bermanuver. 

Si Bangsat (Edane feat. Bagus NTRL)

Menurut kami ini karya Edane yang unik. Ada keberanian untuk mencoba hal baru, dimana kali ini, unit rock senior tersebut memutuskan berkolaborasi dengan Bagus (NTRL) dalam penulisan lagu. Paling gampang menyebutnya, bayangkan lagu NTRL, namun dieksekusi dengan gaya beringas Edane. Sedikit ‘pecicilan’, tapi cadas! 

Jelas, daya tarik band ini terpusat pada unek-unek di liriknya yang sangat membumi, blak-blakan tanpa sensor. Setajam dan sekeji netizen. Tapi lirik yang sangar tentu butuh kendaraan musikal yang tepat agar menghujam sasaran dengan efektif. Nah, dalam urusan itu, band ini terbilang lihai. “Komodifikasi” adalah salah satu bukti kuat kreativitas cerdas band ini. Kebutuhan utama menyampaikan pesan di lirik tidak mengoyak groove, berjalan harmonis dalam komposisi yang tetap gagah.  

Modern rock semakin menarik di tangan band ini. Menjadi lebih gelap bukan berarti mengorbankan sisi fresh di olahan kreativitasnya. Lini gebukan dram yang mendapat kawalan ketat dari betotan bass menunjukkan dominasi yang kuat membangun greget lagu ini, lalu disempurnakan dengan pekikan scream yang berani di vokal. Formula berbeda yang seharusnya menjadi cetak biru musik Sunrise selanjutnya. 

Share Button
By Mila Karmilla

Jejak kaum hawa dalam histori rock Indonesia

October 31, 2021 0

Jakarta (ANTARA) – Musik rock yang dikemas dengan suara instrumen berdistorsi memang identik dengan maskulinitas, namun ada sebuah dekade saat kaum hawa tampil di panggung utama rock nusantara.

Lantunkan saja “Bintang Kehidupan”, master piece lagu dari wanita kelahiran 27 Desember 1975 silam ini mampu menjadi legenda influencer rock era 1990-an, bahkan hingga saat ini lagu itu senantiasa terekam abadi. Ia adalah Nike Ardila, memulai karir menjadi seorang musisi dengan capaian luar biasa di usia muda yaitu 14 tahun 2 bulan.

Pada masa itu hit “Bintang Kehidupan” (1990) mampu menembus penjualan 2 juta copy, di mana pada saat itu tentu saja belum ada media sosial serta musik streaming yang mampu mendongkrak popularitas. Capaian murni dari seorang lady rocker sejati.

Sebenarnya pada usia 12 tahun ia pernah melakukan rekaman album dengan nama Nike Astrina, namun karena faktor lain album tersebut urung diorbitkan, sebelum akhirnya menjadi Nike Ardila.

Sayangnya, menginjak usia 19 tahun, legenda rock tersebut pergi untuk selamanya, kecelakaan lalu lintas membuat ia harus menggantung microphone serta menjadikan lengkingan sebagai karya abadi dalam rekaman saja.

Baca juga: Histori rock Indonesia, Orde Baru buka keran budaya barat

Baca juga: Histori rock Indonesia, fenomena musik dari pemancar gelap

Sedari awal memilih rock sebagai jalan hidupnya, 13 album sudah ia kemas dalam label dan sempat membintangi 21 film atau sinetron. “Seberkas Sinar”, “Sandiwara Cinta”, “Suara Hatiku”, “Aku Takkan Bersuara”, “Tinggalah Ku Sendiri” dan “Panggung Sandiwara”, adalah lagu abadi yang menjadi bukti kemegahan suara emasnya yang masih mampu didengar hingga sekarang.

Meskipun karirnya tergolong singkat, ia menjelma simbol lady rocker era 1990-an, tak banyak lagi kaum hawa yang mampu meraih capain setelah era Nike Ardila. Bahkan penggemarnya hingga saat ini justru semakin bertambah merajai FanPage media sosial serta akun-akun penggemar yang semakin bertumbuh.

Komunitas penikmat lagunya pun semakin bertambah meskipun bukan lahir pada masa Nike Ardila masih hidup, hal tersebut menjadi bukti bahwa pelantun lagu “Matahariku” mampu dinobatkan sebagai lady rocker abadi Indonesia.

Menyusul usai era Nike Ardila, harapan kaum hawa dalam pementasan genre rock, dilanjutkan pada sosok Nicky Astria. Lahir pada 18 Oktober 1967 wanita ini , saat ini adalah kiblat dari semua ladyrock era 1990.

Getaran lirik “Jarum Neraka” (1985) mampu menjadi senjata ampuh mengisi kegersangan simbol lady rock pada 90-an. Lagu lainnya “Tangan Tangan Setan”, “Gersang”, “Uang”, “Cinta Di Kota Tua”, dan “Bias Sinar” tak lupa juga master piece “Mengapa”.

Baca juga: Histori rock Indonesia, lahirnya musisi legenda

Baca juga: Histori rock Indonesia, rivalitas musik dan Aktuil sebagai barometer

Nicky pada masanya, mampu menyisihkan gempuran slow rock dari negeri Jiran pada masa itu. Demam lagu Malaysia pada saat itu sangat pekat menghiasi saluran radio dan televisi nasional.

Hingga saat ini ia tetap konsisten menempuh jalur rock untuk melepaskan ekspresi sebagai musisi. Meski baru saja menggelar konser kembali setelah sekian lama, Nicky mengakui bahwa sulit menelurkan regenarasi ladyrock Indonesia. Regenerasi penyanyi perempuan yang konsisten di genre musik rock berlangsung lambat.

Nicky Astria berpendapat kendala regenerasi Lady Rocker di industri musik masa kini tak lepas dari pertimbangan aspek komersil. “Karena susah dijualnya,” ujar Nicky.

Ia berpendapat musik rock belum punya jaminan akan sukses secara komersil seperti genre musik lain, dangdut misalnya. Orang-orang yang berkecimpung di dunia musik, kata dia, kemungkinan besar memilih musik yang pasti laku dan diterima pasar. Fenomena itu juga terjadi ketika dia masih aktif bermusik.

Bedanya, saat itu rocker perempuan memang sedang naik daun. Nama-nama seperti Nike Ardilla dan Anggun C. Sasmi adalah sebagian dari penyanyi dari genre tersebut. “Pada masa saya, pertama kali lady rock lagi muncul banyak (termasuk) di (generasi) bawah-bawah saya,” tutur musisi 51 tahun itu.

Seiring berjalannya waktu, musik rock mulai meredup. Penyanyi yang mengusung genre tersebut menghilang atau beralih ke genre yang lebih komersil. “Ada juga yang mengikuti alur, enggak berani tetap setia di rock karena memang susah, (rock) enggak selaku dangdut. Kalau dangdut memang enggak pernah mati,” ujarnya.

Lantas, siapa penyanyi masa kini yang menurut Nicky menyandang gelar sebagai Lady Rocker?

“Tantri Kotak,” jawab Nicky.

Baca juga: Nagita Slavina dan Rinni Wulandari duet di konser Nicky Astria

Baca juga: Dua jam konser, Nicky Astria buktikan masih jadi Lady Rocker

 

Album Baru Nicky Astria. Penyanyi rock Nicky Astria memberikan penghargaan kepada musisi Ian Antono (kiri) atas dedikasinya terhadap perjalanan karir musiknya saat menghadiri peluncuran album “Retrospective” di Jakarta, Senin, (1/10). (FOTO ANTARA/Teresia May)

Apakah lady rock bentuk pembatasan pada genre dan “jenis kelamin” pada musik? Sebuah pertanyaan mudah terucap namun kompleks untuk dijawab. Berbagai sudut pandang muncul untuk mengurai hipotesa pertanyaan tersebut.

“Ya karena musik rock itu susah dijual, apalagi penyanyi wanita. Berbeda dengan pop atau bahkan dangdut di mana penyanyi wanita mudah terkenal,” kata Nicky. Jawaban spontanitas namun cukup memberikan kesadaran bahwa hal tersebut bisa saja terjadi.

Nicky Astria bahkan membutuhkan waktu hampir dua tahun untuk menyiapkan sekali konser pada gelaran konser bertajuk “Terus Berlari” pada tahun 2019.

Waktu yang dibutuhkan untuk menyajikan produk audio dengan materi megah memang tidak singkat. Apalagi pasar musik rock Indonesia memang segmented.

Baca juga: Cerita kebangkitan Cokelat, album #LIKE! dan konsistensi konsep rock

Baca juga: Cokelat pilih bikin lagu baru ketimbang daur ulang “Tembang Kenangan”

Berbicara hal tersebut, band yang naik pada era 2000-an, Cokelat, yang sempat digawangi Kikan, muncul sebagai penyambung dahaga dengan mengedepankan vokalis wanita. Sempat beberapa penikmat musik menyebut Kikan, mantan vokalis Cokelat sebagai “the next lady rocker’.

Fakta memperlihatkan, Cokelat mampu menembus jajaran band papan atas dengan dikomandoi oleh vokalis wanita bergenre rock, tidak salah memang jika sebagian masyarakat menyematkan label lady rock kepada Kikan.

Tetapi, Ronny Cokelat (bassis) memiliki pandangan lain, bahwa menurutnya tidak mudah menyematkan label lady rock pada era 2000-am ke atas.

“Kalau Teh Nicky itu kan solois rock era 70-an yang mengusung slow rock, di mana hal itu tidak dipungkiri memang orang melihat dia sebagai simbol rock wanita pada masanya, namun era 2000-an ke atas, banyak sekali referensi jenis rock yang masuk, tidak hanya slow rock,” kata Ronny.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan banyaknya referensi tersebut, tentu saja akan membuat musik rock lebih memiliki banyak cabang dan akar lagi.

Terang saja hal itu membuat sebuah sematan lady rock menjadi beragam atau memiliki banyak pilihan, bukan hanya terpaku pada satu jenis aliran rock, misal slow rock pada saat itu.

Eks vokalis Coklat Kikan (kanan) beradu vokal dengan vokalis legendaris God Bless Ahmad Albar (kiri) pada sebuah konser kolaborasi yang diselenggarakan salah satu televisi swasta di stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Selasa malam (14/5). (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)

Menilik lebih dalam lagi, banyak obrolan “kelas warung” yang menilai bahwa lady rock di Indonesia sudah tidak bisa menelurkan generasi lagi setelah era keemasan Nike Ardila, Anggun C Sasmi Atiek CB dan Nicky Astria.

Seakan mereka adalah generasi terakhir yang pantas menyandang predikat lady rock. Apakah benar demikian?

Berdasarkan pendapat Mudya Mustamin, pengamat musik yang mendirikan portal berisikan musik-musik beraliran keras, menyampaikan dengan tegas bahwa sebenarnya istilah lady rock tersebut adalah tidak ada.

“Di luar negeri tidak ada istilah lady rocker,” tegas Mudya. Lebih lanjut ia menjelaskan lebih detail bahwa istilah tersebut muncul dari permintaan industri, di mana tentu saja agar lebih mudah dalam menjual musik, mengingat penyanyi rock wanita saat itu masih belum jamak.

Pada masa 80-an bermunculan banyak penyanyi wanita, dan istilah tersebut muncul pada era itu, sebagai tanggapan positif dari minat pasar atas digemarinya aliran slow rock.

“Jika pun Nike Ardila muncul pada era ini, belum tentu ia disebut lady rock,” katanya. “Tapi yang jelas rock adalah rock,” tutupnya.

Share Button
By Mila Karmilla

7 Group Band Tertua Di Indonesia

October 31, 2021 0

1. The Tielman Brothers (1945)The Tielman Brothers adalah sebuah grup musik asal Indonesia. Musik mereka beraliran rock and roll, namun orang-orang di Belanda biasa menyebut musik mereka Indorock, sebuah perpaduan antara musik Indonesia dan Barat, dan memiliki akar di Keroncong. The Tielman Brothers merupakan band Belanda-Indonesia pertama yang berhasil masuk dunia internasional pada 1950-an. Mereka adalah salah satu perintis rock and roll di Belanda. Band ini cukup terkenal di Eropa, jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stones. Perjalanan musik The Tielman Brothers dimulai di Surabaya pada tahun 1945, dimana empat kakak beradik laki-laki dan seorang adik perempuannya, Jane, sering tampil membawakan lagu-lagu dan tarian daerah. Kemampuan musik mereka diturunkan dari sang ayah, Herman Tielman, seorang kapten tentara KNIL, yang sering bermain musik bersama teman-temannya dirumahnya di Surabaya. Berawal dari ketertarikan Ponthon untuk memainkan contrabass yang diikuti saudara-saudaranya yang lain. Reggy mempelajari banjo, Loulou mempelajari drum, dan Andy mempelajari gitar. Penampilan pertama mereka pada acara pesta di rumahnya membuat teman-teman ayahnya kagum dengan membawakan lagu-lagu sulit seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag. Sejak saat itu mereka sering tampil di acara-acara pribadi di Surabaya. Tawaran tampil pun berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Sampai pada akhirnya pada tahun 1957 mereka sekeluarga memutuskan untuk hijrah ke Belanda.

2. Koes Bersaudara (1960)Koes Bersaudara yang awalnya bernama Koes Brothers atau Brother of Koes berdiri pada 1960 diperkuat Tonny Koeswoyo, Nomo Koeswoyo, Yon Koeswoyo, dan Yok Koeswoyo. Sebuah grup musik yang melahirkan lagu lagu yang sangat populer seperti “Bis Sekolah”, “Di Dalam Bui”, “Telaga Sunyi”. Satu anggota Koes Bersaudara, Nomo Koeswoyo keluar dan digantikan Murry sebagai drummer. Walaupun penggantian ini awalnya menimbulkan masalah dalam diri salah satu personalnya yakni Yok yang keberatan dengan orang luar. Nama Bersaudara seterusnya diganti dengan Plus, artinya plus orang luar: Murry. Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara yang dibentuk pada tahun 1960. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock ‘n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal dua anggotanya (Yon dan Murry) yang aktif. Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex’s Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T’lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayang yang dibawakan oleh Kahitna.

3. The Mercys (1965)The Mercy’s didirikan tahun 1965 di Medan dengan anggota awal Erwin Harahap, Rinto Harahap, Rizal Arsyad (Mantan suami Iis Sugianto), Reynold Panggabean (Mantan suami Camelia Malik) dan Iskandar dibawah pimpinan Rizal Arsyad. Tapi ketika ada undangan untuk show di Penang, Malaysia pada tahun yang sama Iskandar mengundurkan diri, karena kuliahnya di Fakultas Kedokteran tidak mengizinkannya untuk meninggalkan bangku kuliah. Posisinya lalu digantikan oleh Charles Hutagalung. Lengkapnya setelah itu pemain The Mercy’s adalah Erwin Harahap (Gitar Melody), Rinto Harahap (Gitar Bass), Rizal Arsyad (Gitar Rhythm), Reynold Panggabean (Drum) dan Charles Hutagalung (Keyboard, Organ). Pada tahun 1972, The Mercy’s hijrah ke Jakarta dan masih tampil di beberapa kelab malam, membawakan lagu-lagu yang mereka ciptakan sendiri. Setelah di Jakarta, barulah Albert Sumlang (Saxophone) bergabung, kemudian The Mercy’s merekam album pertama mereka di REMACO dengan lagu-lagu TIADA LAGI (Charles H), HIDUPKU SUNYI (Charles.H), BAJU BARU (Charles.H), UNTUKMU (Charles.H), LOVE (Rinto.H), DI PANTAI (Charles.H), BEBASKANLAH (Charles.H), UNTUKKU(Charles.H), WOMEN (Rinto.H), KURELA DIKAU KASIH (Reynold.P), KISAH SEORANG PRAMURIA (Albert Sumlang). Album perdana inilah yang mengangkat nama The Mercy’s dengan lagu TIADA LAGI di blantika musik Indonesia. Sejak itu The Mercy’s menjadi sebuah group yang menjadi idola masyarakat. Band ini sempat menjadi idola anak muda tahun 1970-an, dengan rambut gondrong, celana lebar diujungnya yang biasa “menyapu” jalan. Lagu TIADA LAGI menjadi Hit dimana-mana. Ketika grup ini memutuskan untuk memasuki dunia rekaman, The Mercy’s pada saat itu dipimpin oleh Erwin Harahap, karena Rizal Arsyad harus meneruskan sekolahnya di Jerman. Tercatat sudah 30 Album yang dihasilkan The Mercy’s mulai dari album Pop, Keroncong dan Rohani.

4. Band 4 Nada (1966)Band Empat Nada adalah band pengiring kesohor yang banyak mengiringi artis dan kelompok yang bernaung dibawah perusahaan rekaman Remaco. Dibentuk oleh Aloysius Riyanto atau A.Riyanto pada tahun 1966.Sebelumnya A.Riyanto sempat bergabung dalam Band Zaenal Combo yang dipimpin Zaenal Arifin.Merasa mampu untuk berdiri sendiri,akhirnya A.Riyanto (keyboards) yang juga dikenal sebagai komposer ini lalu mengajak M Sani (drum),Eddy (gitar) dan Nana (bas) membentuk Empat Nada. Selain dipimpin A.Riyanto,tampuk komando kedua dalam Empat Nada adalah Hasanuddin,yang juga dikenal sebagai karyawan di Remaco yang dipimpin Eugene Timothy. Empat Nadamemang banyak mengiringiartis artis tenar seperti Broery Marantika,Trio Bimbo,Tetty Kadi,Muchsin Alatas,Titiek Sandhora dan banyak lagi. Disamping itu Empat Nada juga sempat merilis beberapa album instrumentalia. Beberapa pemusik yang sempat mendukung Empat Nada diantaranya adalah gitaris Jopie Item. Pada tahun Oktober 1973,A.Riyanto mundur dari Empat Nada untuk membentukFavorite’s Group bersama Is Haryanto (drum),Harry Toos (gitar),Tommy WS (bass) dan Mus Mulyadi (vokal). Syafii Glimboh meneruskan kepimpinan A.Riyanto dalam Empat Nada.

5. The Rollies (1967)The Rollies diawali ketika Deddy Sutansyah bertemu dengan Iwan Krisnawan dan Teuku Zulian Iskandar Madian dari grup Delimars serta Delly Djoko Alipin dari grup Genta Istana. Deddy mengajak mereka bergabung dalam sebuah grup yang diberi nama Rollies pada bulan April 1967. Orangtua Deddy yang pengusaha hotel menjadi penyandang dana dan menyediakan semua peralatan musik yang diperlukan. Rollies mulai malang melintang di negeri sendiri dengan membawakan lagu-lagu The Beatles, Bee Gees, Hollies, Marbles, Beach Boys, Herman Hermits, juga lagu populer dari Tom Jones dan Englebert Humperdink. Kelahiran Rollies diawali ketika Deddy bertemu dengan Iwan Krisnawan dan Tenku Zulian Iskandar dari grup Delimars serta Delly Djoko Alipin dari grup Genta Istana. Deddy mengajak mereka bergabung dalam sebuah grup yang diberi nama Rollies pada bulan April 1967. Orangtua Deddy yang pengusaha hotel menjadi penyandang dana dan menyediakan semua peralatan musik yang diperlukan. Rollies mulai malang melintang di negeri sendiri dengan membawakan lagu-lagu The Beatles, Bee Gees, Hollies, Marbles, Beach Boys, Herman Hermits, juga lagu populer dari Tom Jones dan Englebert Humperdink. Setelah itu baru mereka mengisi acara di kelab malam Singapura tahun 1969. Ketika tampil di negeri jiran itu, personel Rollies sudah diperkuat Gito dan Benny Likumahuwa. Lagu yang mereka bawakan pun berkembang dan mulai mengandalkan alat musik tiup, masa trade-mark Rollies sebagai pembawa lagu-lagu James Brown BST (Blood Sweat and Tears) dan Chicago dimulai. Di sana mereka tidak hanya berkesempatan manggung. Dari band inilah muncul nama Gito Rollies yang ikut meramaikan blantika musik Indonesia.

Share Button
By Mila Karmilla

Daftar: Band Rock &Pop Terbaik Sepanjang Masa

October 31, 2021 0

ABBA (SWE, 1972-1982) Sängerinnen Agneta Fältskog & Anni-Frid (Frida) Lyngstad, Keyboarder Benny Andersson, Gitarrist Björn UlvaeusAlben: Ring, Ring (1972); Waterloo (1974); ABBA (1975); Kedatangan (1976); Album (1977); Voulez-Vous (1979); Super Trouper (1980); Pengunjung (1981); 10 tahun pertama (1982)

Hits: Waterloo (1974); SOS (1975); Mamma Mia (1975); Ratu Menari (1976); Fernando (1976) Uang (1976); Mengenal Aku, Mengenal-Mu (1977); Ambil Kesempatan untuk Saya (1978); Gimme! Gimme! Gimme! (1979); Chiquitita (1979); Super Trouper (1980); Pemenang mengambil semuanya (1980); Salah satu dari Amerika Serikat (1981)AC/DC (AUS, 1973) Sänger Brian Johnson, Gitarristen Angus Young &Stevie Young, Bassis Cliff Williams, Drummer Phil Rudd

V: Bon Scott † tahun 1980, G: Mark Evans, Malcome Young † 2017, D: Simon Wright, Chris SladeAlben: Tegangan Tinggi (1974); TNT (1975) Perbuatan Kotor Dilakukan Kotoran Murah (1976); Let There Be Rock (1977) Powerage (1978); Jalan raya ke neraka (1979); Kembali hitam #77 (1980); Untuk Mereka yang Akan Rock (1981); Flick dari Switch (1983); Terbang di Dinding (1985); Meledakkan Video Anda (1988); Razors Edge (1990) Ballbreaker (1995); Bibir Atas Kaku (2000); Es Hitam (2008) Iron Man 2 (2010) Tinggal di River Plate (2012); Rock or Bust (2014); Power Up (2020)

Hits: TNT (1975); Jack (1975) Kawat Hidup (1975); Bola Besar (1976); Jailbreak (1976); Cinta pada First Feel (1976); Anak Bermasalah (1976); Naik (1976); Let There Be Rock (1977) Jalan raya ke neraka (1979); Hells Bells (1980) Thunderstruck (1990); Keras seperti batu (1996) Kereta Rock ‘n Roll (2008); Play Ball (2014)Aerosmith (AS, 1970) Sänger Steven Tyler, Gitarristen Joe Perry & Brad Whitford, Bassis Tom Hamilton, Drummer Joey Kramer

G: Jimmy Crespo, Rick DufayAlben: Aerosmith (1973); Dapatkan Sayap Anda (1974); Mainan di Loteng (1975); Batuan (1976); Menggambar Garis (1977); Malam di Ruts (1979); Batu di Tempat yang Sulit (1982); Selesai dengan cermin (1985); Liburan Permanen (1987); Pompa (1989); Dapatkan Grip (1993); Yang Besar (1994); Sembilan Kehidupan (1997); Hanya Push Play (2001); Musik dari dimensi lain! (2012)

Hits: Dream On (1973) Berjalan dengan Cara Ini (1975); Datang Bersama-sama (1978); Dude – Terlihat Seperti Seorang Wanita (1987); Cinta dalam lift (1989); Livin ‘ On the Edge (1993); Cryin (1993); Menakjubkan (1994); Saya Tidak Ingin Melewatkan Sesuatu (1998); Jaded (2000)A-ha(NOR, 1982) Sänger Morton Harket, Gitarrist Pal Waaktaar-Savoy, Keyboarder Magne FuruholmenAlben: Berburu Tinggi dan Rendah (1985); Hari (1986); Tetap di Jalan Ini (1988); Timur Matahari, Sebelah Barat Bulan (1990); Pantai Memorial (1993); Bumi Minor, Langit Utama (2000); Garis hidup (2002); Analog (2005); Kaki Gunung (2009); Pemeran baja (2015)

Hits: Take On Me (1984); Matahari Selalu Bersinar di TV (1985); Berburu Tinggi dan Rendah (1986); Cry Wolf (1986) The Living Daylights (1987 für den James Bond Film: “Der Hauch des Todes”); Tetap di Jalan Ini (1988); Sensitif! (1988); Menangis dalam Hujan (1990); Musim Panas Pindah (2000); Forever Not Yours (2002) Celice (2005); Foot of the Mountain (2009) Alan Parsons Projekt (GB, 1975-1987)Sänger, Pianis &Keyboarder Eric Woolfson († 2009), Gitarrist &Keyboard Alan Parsons

EX: G: Ian Bairnson, V: John Miles &Colin Blunstone, B: David Paton, SAX: Mel Collins, D: Stuart Elliot &Stuart ToshAlben: Tales of Mystery and Imagination (1976); Robot I (1977); Piramida (1978); Eve (1979); Pergantian Kartu Ramah (1980); Mata di Langit (1982); Ammonia Avenue (1984); Budaya Burung Nasar (1984); Stereotomy (1985); Gaudi (1987)

Hits: A Dream dalam Mimpi (1976); Lucifer (1979): Permainan yang Dimainkan Orang (1980); Waktu (1981); Mata di Langit (1982); Don’t Answer Me (1984) Alice In Chains (Amerika Serikat, 1987) Sänger William DuVall, Gitarrist Jerry Cantrell, Bassis Mike Inez, Drummer Sean Kinney

EX: V: Layne Staley † 2002 B: Mike Starr † 2011Alben: We Die Young (1990); Facelift (1991); Sap (1992); Kotoran (1992); Jar of Flies (1994); Alice In Chains (1995) MTV Unplugged (1996) Yang Penting (2006); Black Gives Way to Blue (2009) Iblis Menempatkan Dinosaurus di Sini (2013); Kabut Hujan (2018)

Hits: Akan? (1992); Turun dalam Lubang (1993); Get Me Wrong (1994) Lebih dari Sekarang (1996) Asia (GB, 1981) Sänger &Keyboarder: Geoff Downes, Sänger &Bassist John Wetton † 2017, Gitarrist Steve Howe, Drummer Carl Palmer

EX: V/B: Greg Lake V/G: John PayneAlben: Asia (1982); Alpha (1983) Astra (1985); Kemudian dan Sekarang (1990); Aqua (1992) Aria (1994); Arena (1996); Silent Nation (2004) Phoenix (2008); Omega (2010); XXX (2012); Gravitas (2014)

Hits: Heat of the Moment (1982); Hanya Waktu yang Akan Memberitahu (1982); Don’t Cry (1983) Bachman-Turner Overdrive (CAN, 1970-1977)Sänger &Gitarrist Randy Bachman &Chad Allen, Bassis Fred Turner, Drummer Robbie Bachman

EX: V/G: Tim Bachman, Jim Clench † 2010Alben: BTO Bachman-Turner Overdrive (1973); Bachman-Turner Overdrive II (1974); Tidak Rapuh (1974); Penggerak Empat Roda (1975); Kepala Pada (1975); Jalan bebas hambatan (1977); Aksi Jalanan (1978); Malam Rock’n’Roll (1979)

Hits: Mengurus Bisnis (1974); Anda Belum Melihat Apa-apa (1974); Wheelin’ Gratis (1974); Hey You (1975) Backstreet Boys (AS, 1993) Sänger Howie Dorough, Alex McLean, Nick Carter, Brian Littrell &Kevin RichardsonAlben: Backstreet Boys (1996); Backstreet’s Back (1997) Milenium (1999); Album Natal (1999); Hitam &Biru (2000); Never Gone (2005). Unbreakable (2007); Ini adalah kita (2009); Dalam Dunia Seperti Ini (2013); DNA (2019)

Hits: We’ve Got it Going On (1995); I’ll Never Break Your Heart (1996) Berhenti bermain game dengan hati saya (1996); Semua orang (1997); Semua yang Harus Saya Berikan (1998); I Want it That Way (1999); Tunjukkan Padaku Arti Kesepian (1999); Bentuk Hatiku (2000); Incomplete (2005)Band, The (CAN / USA, 1957-1999) Sänger &Bassis Rick Danko † tahun 1999, Sänger &Drummer Levon Helm † 2012, pemain saksofon Garth Hudson

EX: V/G: Robbie Robertson, Bob Dylan V/K: Richard Manuel † 1986Zahlreiche Alben mit Ronnie Hawkins (1957-1964) und Bob Dylan (1970-1975); Als “The Band”: Musik dari Big Pink # 34 (1968); Band #45 (Album Brown, 1969); Demam Panggung (1970); Cahoots (1971); Rock of Ages (1972); Moondog Matinee (1973); Cahaya Utara – Salib Selatan (1975); Pulau (1977); Waltz Terakhir (1978) Yerikho (1993); Tinggi pada Babi (1996); Jubilation (1998)

Hits: The Weight (1968); The Night They Drove Old Dixie Down (1969, wurde offiziell nie als Single veröffentlicht); Atas di Cripple Creek (1969); King Harvest (1970) Barclay James Harvest (GB, 1966-1998) Sänger dan Gitarristen Les Holroyd dan John Lees

MANTAN: D: Mel Pritchard † tahun 2004, K: Wolly WolstenholmeAlben: Barclay James Harvest (1970); Sekali lagi (1971); Bayi James Harvest (1972)   Semua orang adalah orang lain (1974); Hantu Kehormatan Waktu (1975); Octoberon (1976); Pergi ke Bumi (1977); XII (1978); Mata Alam Semesta (1979); Berlin Live (1982); Korban Keadaan (1984); Tatap Muka (1987); Selamat datang di acara (1990); Tertangkap dalam Cahaya (1993); Sungai Mimpi (1997)

Hits: Anak Alam Semesta (1974); Himne (1977); Moody Blues (1978) Life is for Living (1980) Beach Boys (USA, 1961)Sänger &Bassist Brian Wilson, Sänger Mike Love, Sänger &Gitarrist Alan Jardine

EX: V / G: Carl Wilson † tahun 1998 D: Dennis Wilson † 1983 V: Bruce JohnstonAlben: Surfin ‘USA (1963); Coupe Deuce Kecil (1963); Surfer Girl (1963) Shut Down Vol. 2 (1964); Konser Beach Boys (1964); Sepanjang Musim Panas (1964); The Beach Boys Hari Ini (1965); Hari Musim Panas (1965); Pesta Beach Boy! (1965); Suara Hewan Peliharaan #2 (1966); Senyum Tersenyum (1967); 20/20 (1969); Surf’s Up (1971), Still Cruisin ‘(1989),   Itu Sebabnya Tuhan Membuat Radio (2012)

Hits: Surfin ‘ USA (1963); Surfer Girl (1963) Fun Fun Fun (1964); Saya Berkeliling (1964); Bantu aku, Rhonda (1965); Gadis California (1965); Barbara Ann (1965) Sloop John B (1966); Hanya Tuhan yang Tahu (1966); Getaran Baik (1966); Lakukan Lagi (1968); Kokomo (1988)Beatles, The (GB, 1960-1970)Sänger, Gitarrist, Bassist &Pianis Paul McCartney, Sänger, Gitarrist &Pianis John Lennon † tahun 1980, Sänger &Leadgitarrist George Harrison † tahun 2001, Drummer &Perkussion Ringo Starr

MANTAN: B: Stuart Sutcliffe † 1962 D: Pete BestAlben: Tolong Saya # 39 (1963); Bertemu The Beatles #53 (1963); Malam Hari yang Sulit (1964); Beatles for Sale (1964) Tolong! (1965); Jiwa Karet #5 (1965); Revolver #3 (1966); Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band #1 (1967); Tur Misteri Sihir (1967); Album Putih #10 (1968); Kapal Selam Kuning (1969); Abbey Road #14 (1969); Let It Be (1970)

Share Button
By Mila Karmilla

5 Band Blues Indonesia (tapi Kadar Bluesnya anDa Yng Menilai)

October 31, 2021 0

Dibentuk oleh Bimbim pada 26 Desember 1983 karenabosan bermain musik menjadi cover band dan punya keinginan yang kuat untukmencipta lagu sendiri. Cikal bakal lahirnya Slank adalah sebuah grup bernamaCikini Stones Complex (CSC) bentukan Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim) pada awaltahun 80-an. Terus melejit setelah album Suit-Suit He He. Kemudian bergantiPersonel saat album lagi sedih dikerjakan. Mendapat pengaruh dari The RollingStone. Formasi Awal (maksudnya formasi Album pertama) Bim-Bim(drum), Bongky(bas),IndraQ(Keyboard),Pay(gitar),Kaka(vokal).

FormasiSekarang  Bim-Bim (drum),Ivanka(Bas),Ridho (Gitar),Abdee (Abdi) ,Kaka (vokal). Lagu-LaguSlank  blues dapat anda dengar pada laguApatis Blues (Slank 1), Teng-Teng Blues (Slank 2),Blues Males, Kamu HarusPulang, Pisah Aja Dulu (slank 4), Mandi Hujan, Kalo Aku Jadi Presiden, Ngedrop,Kopi Air Hujan,Ketinggalan Jaman, Fool Moon Blues, Anak Mami, 1 x 1 = Ga Janji,Atmosphere Blues, Sympathy Blues, Blues Bini(pulang Kerja), etc.                            sLank    Teng-Teng Blues

Gugun And The Blues Shelter

 Grup musik ini terbentuk pada tahun2004 untuk bermain di blues bars di Jakarta. Mereka telah bermain di jazz clubsdan festival. Mereka ter-inspirasi oleh JimiHendrix, Stevie Ray Vaughan, Betty Davis, dan Led Zeppelin. Pada awalnya, nama dari band iniadalahThe Blues Bug, yang mana akhirnya diganti menjadi Blue Hand Gang, dan selanjutnyamenjadi Gugun Blues Shelter. Mereka mengganti nama band mereka karena sebuah band asal Yunani telah memakai nama Blues Bug selamasepuluh tahun.

Padaakhir 2004, mereka merilis album independen pertama mereka, Get the Bug. Musisi yang tampil di dalam album ini antara lainGugun, Jono, dan Iskandar. Kemudian di awal tahun 2007, mereka merilis albumkedua, Turn It On, olehSinjitos Records.  Album ini dipilihsebagai “The number one blues album of the year”, dengan Gugun yangterpilih sebagai Gitaris blues terbaik se AsiaTenggara, di tahun 2007 oleh MTV Trax Magazine.Bowie bergabung dengan band ditahun 2007, menggantikan Iskandar pada drum. Pada tahun 2010, mereka secaraindependen merilis album dengan nama mereka sendiri sebagai pengganti terhadapalbum Set My Soul on Fire mereka, yang batal rilis menyusulkonflik dengan label mereka. Pada tahun 2011, Gugun Blues Shelter dipilih olehjuri melalui pemilihan online dari para fans untuk memenangi Kompetisi the HardRock Café’s Global Battle Of The Bands, memperingati Ulang tahun Hard Rock Café yang ke-40. Mereka dijadwalkan untuk tampil padahari Minggu, 26 Juni 2011 di HydePark, bersama dengan Bon Jovi, Rod Stewart dan TheKillers.

                   Gugun bLues Shelter – Fight for Freedom

3.    Rama Satria & The Electric MOjos

Kaca mata hitam plus Jacket kulit hitam adalah perangkat musisi blues yamg kurang Cuma  sebotol bourbon aja, Ha ha ha ha. Bending gila-gilaan, feedback yang terkontrol ala Jimi Hendrix. Fantastis adalah kata yang pantas disandang gitaris yang satu ini. Rama Satria & The Electric MOjos terdiri atas Rama (gtr/vcl/harp), Yansen Silalahi  (bas)  dan Steve Ducos Wilson (drums)  Rama Satria & The Mojos Electric, salah satu band terkemuka di music blues Indonesia. Rama Satria belajar di Hendrix Laboratories di Berklee College Of Music di Amerika Serikat.

                                  Rama Satria – Love Hate Relationship

Andre Harihandoyo & Sonic People

Andre yang juga berprofesi sebagai AudioEngineer ini telah banyak memberi sentuhan-sentuhancerdasnya kepadamusik-musik indonesia seperti Gugun BluesShelter, Adhitia Sofyan, Leonardo Ringgo, Bonita & The HusBand, TheFlower, The Milo, Super Glad dan masih banyak lagi nama-namamusisi tanah air yang pernah ditanganinya. Andre yang lebih dikenalsebagai Singger-Songwriter ini mengawali karirnya sebagai musicproducer, yang tentunya lebih banyak berada dibelakang layar.

Ditahun 2006 Andre akhirnya muluncurkanalbum solonya yang berjudul Aerodyne sebagai bentuk kecintaannya padamusik yang dilanjutkan dengan membentuk sebuah band yang dikenal sebagai Andre Harihandoyo & Sonic People danmerilis album yang berjudul Room Session pada tahun 2007. Dan pada tahun2008 Andre mulai mengepakkan sayap ke negara tetangga dengan meluncurkan albumdengan edisi terbatas yang diberi judul Two Sides For Every Story. Diakhir tahun 2009, sebuah album dirilislagi dengan judul Good For The Souldan mendapat sebuah nominasi di IndonesiaCutting Edge Music Award (ICEMA) dan Anugerah Musik Indonesia (AMI).

Endah N Resa Adalah musisi yang juga pasangan suami Istri. Endah Widia Astuti sebagai vocal sekaligus Gitar dan Rhesa Aditya pada Bass. Endah Widiastuti yang sebelumnya bersolo karier bergabung dengan sebuah band bergenre rock. Di band tersebut ia bertemu dengan Rhesa Adityarama. Kemudian pada tahun 2004, Endah dan Rhesa memutuskan untuk keluar dari band tersebut. Endah kembali bersolo karier dengan merilis mini album berjudul “The New Beginning” dengan Rhesa sebagai produsernya. Pada tahun 2005 Endah dan Rhesa merilis album “Nowhere To Go”  dengan kualitas audio serta desain sampul album sederhana yang mereka kerjakan berdua. Proyek ini bernuansa akustik namun tetap terdengar dinamis. Album ini mengukuhkan formasi duo Endah N Rhesa, tidak lagi sebagai proyek album solo Endah. Tahun 2006, Endah N Rhesa merilis mini album “Real Live” yang direkam secara ‘live’ dengan beberapa materi baru. Hingga akhirnya mereka merilis album “Nowhere To Go” secara resmi pada tahun 2009 bekerja sama dengan label indie Jakarta, demajors Independent Music Industry (dIMI).

Share Button
By Mila Karmilla

10 Band Metal Indonesia Terbaik

October 31, 2021 0

RumahFiturBurgerkill

Jika Anda pernah bertanya-tanya mengapa Metal Hammer terus membenturkan tentang adegan metal Indonesia, Anda mungkin menemukan daftar berikut cukup informatif. Yang benar adalah bahwa Indonesia memiliki shitloads band-band metal besar, semua melahirkan oleh adegan mulia bersatu dan bergairah yang bermunculan dari sangat rendah hati asal-usul DIY dan sekarang siap untuk mulai membuat dampak di panggung internasional. Periksa band-band ini dan kemudian bersiaplah untuk menyelam ke salah satu komunitas metal paling bersemangat di planet ini.10) Down For Life

Adegan metal Indonesia menawarkan suara dan gaya yang berbeda yang tak terhitung jumlahnya, tetapi hanya sedikit dari bandnya yang terdengar siap untuk menaklukkan seluruh dunia seperti Down For Life. Berasal dari Solo, Jawa Tengah, mereka jelas mahasiswa thrash AS dan groove metal, tetapi mereka menggunakan inspirasi tersebut untuk menciptakan sesuatu yang memiliki kepribadian melengking sendiri. Album terbaru Himne Perang Akhir Pekan adalah epik kasar dengan momen menggemparkan yang tak terhitung jumlahnya.9) Seringai

Kekuatan adegan metal dan hardcore ekstrim Indonesia sekarang didokumentasikan dengan baik, tetapi ada sejumlah besar band rock dan doom stoner top-notch yang mengetuk di sana juga. Seringai adalah pilihan kelompok itu, bukan hanya karena nama mereka berarti seringai tetapi juga karena album Taring 2012 batu seperti mutlak. Asap ’em jika Anda punya ’em.8) Siksakubur

Pendukung death metal Indonesia di bawah tanah, Siksakubur telah mencatat dua dekade layanan aktif dan telah menjadi salah satu band adegan mereka yang paling dihormati dalam prosesnya. Master epik, logam kematian teknis yang mengemas pukulan neraka yang menakutkan, mereka sudah lama terlambat beberapa pengakuan internasional, paling tidak untuk rekaman self-titled 2014 mereka yang mengamuk. Mainkan dengan keras.7) Gejala tak bertuhan

Mantan nominasi Golden God ini menarik perhatian kami dengan album ketiga mereka Negeri Neraka pada tahun 2013: cepat, marah dan sarat dengan mainan low-end bergaya Sepultura, lima potong Bandung menggabungkan thrash, death metal dan hardcore dengan keterampilan langka, tetapi setelan terkuat mereka adalah keganasan dan keyakinan belaka yang mendukung serangan barbar mereka. Menyenangkan untuk semua keluarga heavy metal.6) Noxa

Di mana pun adegan death metal ada, cabang grindcore mengintai di dekatnya. Noxa bisa dibilang pemasok yang paling dikagumi di Indonesia dari flat-out grind dan datang penuh dengan lirik sosial-politik dan kemanusiaan yang akan membuat Napalm Death bersinar dengan bangga. Ini adalah kesepakatan penggilingan yang nyata, ladies and gentlemen, tetapi dengan banyak gairah dan kekuatan Indonesia yang unik.10 band metal terbaik dari SwediaBurgerkill Puji Presiden Indonesia yang BaruVIDEO: Pelajaran Bahasa Heavy Metal Indonesia Burgerkill10 band baru terbaik dari Afrika Selatan5) Lupa

Veteran adegan homegrown mereka, Forgotten adalah contoh yang bagus dari perspektif unik yang band-band dari Indonesia membawa ke subgenre logam akrab seperti death metal dan metalcore. Sangat khas dan imajinatif tetapi masih lebih dari cukup kejam untuk memuaskan selera Barat, album ketiga bandung quintet yang konfrontatif Laras Perlaya hanyalah salah satu rekaman terkuat yang pernah diproduksi oleh adegan Indonesia.4) Selain itu.

Aktif sejak tahun 1997, Selain itu adalah salah satu kru metal paling terkemuka di Indonesia, dan salah satu band yang tampaknya paling mungkin untuk terhubung dengan mainstream metal internasional. Dengarkan album Eleven Heroes yang ganas tahun lalu dan Anda akan mendengar suara sebuah band dengan keterampilan teknis yang hebat, daging penulisan lagu dan banyak energi menular: metalcore bola-out yang dimainkan oleh pria yang benar-benar berarti itu.3) Gugat

Dalam hal intensitas, beberapa band Indonesia mendekati serangan eksplosif dan kacau yang ditangani oleh Gugat Bandung. Vokalis ganda Achie dan Dicky membawa banyak kemarahan punk rock ke hardcore band yang digerakkan oleh thrash, tetapi lagu-lagu di EP Family Values 2013 mereka sama tepat dan menghancurkannya dengan apa pun dari dunia Barat. Sick Of It All bertemu Death Angel dalam angin puyuh dari riffs pisau cukur dan tengkorak-rattling tendangan. Pembunuh, pada dasarnya.2) Jasad

Salah satu Big Four tidak resmi di Indonesia, bersama Burgerkill, Forgotten and Beside, diehards death metal Bandung ini telah terhubung dalam berbagai inkarnasi sejak tahun 1990 dan telah berperan dalam berkembangnya adegan logam Indonesia yang sekarang luas. Pemasok kebrutalan ekstrim, mereka turun badai di Kedua Bloodstock dan Obscene Extreme dan bonafide legenda bawah tanah jauh melampaui negara asal mereka.1) Burgerkill

Dengan suara yang menarik dari logam alur, hardcore metalik dan berbagai jenis kebrutalan bawah tanah, Burgerkill telah mengasah identitas mereka yang kuat dan popularitas besar selama dua dekade yang melelahkan. Band metal terbesar di Indonesia dengan jarak tertentu, mereka memenangkan Golden God pada tahun 2013 dan memukul Eropa untuk pertama kalinya pada tahun 2015 dengan pertunjukan di Bloodstock dan Wacken. Mereka pasti harus berada di jalur untuk membangun prestasi mereka ketika mereka merilis tindak lanjut yang telah lama ditunggu-tunggu untuk Venomous 2011 yang luar biasa. Bawalah, chaps.

Dom Lawson telah menulis untuk Hammer dan Prog selama 14 tahun yang menyenangkan sebentar-sebentar dan sangat menyukai heavy metal, progressive rock, kopi dan snooker. Dia mendengarkan lebih banyak musik dari Anda. Dan kemudian menulis tentang hal itu.

Share Button
By Mila Karmilla

5 Band Indie Psychedelic Dalam Negeri yang Kelewat Ciamik

October 31, 2021 0

Buat lo yang suka nikmatin lagu-lagunya Pink Floyd, Tame Impala, dan The Beatles, pasti udah enggak asing lagi sama genre musik psychedelic. Genre ini sendiri muncul selama pertengahan 1960-an di kalangan folk rock dan band blues rock di Amerika Serikat dan Inggris. Para pemusik psychedelic sering ngegunain teknik rekaman baru dan efek dan menarik sumber non-Western kayak instrumen musik Indian. Genre ini terbagi lagi jadi psychedelic folk, psychedelic rock, pop psychedelic, dan psychedelic soul. Via https://img.buzzfeed.com/buzzfeed-static/static/2015-02/19/12/enhanced/webdr05/anigif_enhanced-20632-1424366942-16.gif?downsize=715:*&output-format=auto&output-quality=autoViaIstimewa

Nah, kalau lo pikir cuma band-band luar negeri yang mengusung genre psychedelic, lo salah besar. Memang, sih, genre ini susah lo temuin di industri musik mainstream. Namun, bukan berarti enggak ada musisi dalam negeri yang mainin dan ngembangin genre unik ini dengan kreasi dan karakter mereka.

Coba, deh, lirik band-band indie dalam negeri yang bakal Viki sebutin. Mereka terlalu ciamik buat lo lewatin!1. KalabiruVia https://www.instagram.com/p/BEqHqyPBGSF/?taken-by=kalabiruloafViaIstimewa

Gemilang Ramadhan (vokalis/gitaris), Janu Rahadi (bassist), Haryo Krisna (keyboardist), dan Adianto Estara (drummer) bersatu padu mengkreasikan unsur psychedelic dengan sentuhan folk, blues, dan etnik.

Terbentuk sejak 2015 lewat single berjudul “Abstraksi Kesadaran”, Kalabiru menyampaikan pesan perdamaian. Lagu ini sendiri mengangkat potret masyarakat Indonesia yang masih reaksioner dalam ngehadapin perbedaan. Mereka ingin ngajak pendengarnya nerima kenyataan bahwa perbedaan itu nyata adanya dan ngelihat bahwa ada keindahan di baliknya.

2. TriangulasiVia http://www.djarumcoklat.com/images/rte/8aedf5e563c87740bb51058414164bf9.jpgViaIstimewa

Kayak genre-genre musik lain, psychedelic pun berkembang. Salah satunya menjadi neo-psychedelic kayak yang diusung oleh band bernama Triangulasi. Pada awalnya, band yang resmi didirikan pada 2010 ini dibentuk dengan beranggotakan Kaisar dan Reno. Berteman sejak SMA, mereka memiliki obsesi yang sama tentang musik-musik psychedelic dan space rock. Mereka pun iseng-iseng bereksperimen dengan ngelakuin rekaman musik di kamar.

Triangulasi mulai serius ngegarap musik semenjak bergabungnya anggota baru, Tommy. Kalau lo penggemar musik-musiknya Pink Floyd, Jefferson Airplane, Cream, The Doors, atau The Beatles, dijamin lo bakal suka sama Triangulasi. Coba aja dengar salah satu lagu demo mereka berjudul “Send Her Love Back” yang syahdu di bawah ini.

3. Spiritualized MammalsVia https://www.facebook.com/spiritualizedmammals/photos/a.10152973257412483.1073741825.98429887482/10152973257397483/?type=3&theaterViaIstimewa

Band asal Bandung yang berdiri sejak 2002 ini punya konsep yang unik. Sejak awal terbentuk, mereka sering bereksperimen dengan substansi psychedelic. Seiring berjalannya waktu, mereka ngembangin musik mereka dengan sentuhan krautrock, free-improve, dan no-wave yang kental akan root sound kayak band-band era 1960—1970-an.

Dilansir Indie Jakarta, Spiritualized Mammals menggambarkan diri mereka sebagai spesies ugal-ugalan tapi gemar berdiam diri. Mereka memang enggak terlalu fokus buat ngeluarin rilisan-rilisan lagu, tapi enggak sedikit materi yang udah mereka bikin. Bahkan, mereka udah menjelajahi berbagai panggung, mulai dari Bandung hingga berbagai kota di Pulau Jawa. Via https://www.instagram.com/p/BVueHDvADSf/?taken-by=circarama_jktViaIstimewa

Circarama adalah kuartet psychedelic rock asal Jakarta yang terbentuk pada 2013 silam. Band ini diisi oleh Jugo Djarot (vokalis dan gitaris), Teuku Rifaldi (bassist), Faiz Mochamad (gitaris), dan Eki Yuda Sena (drummer). Meski enggak ingin ngelabelin grup mereka dengan satu genre khusus, mereka bikin musik psychedelic yang dikombinasiin sama sentuhan folk, ambient, dan rock.

Mereka dipilih jadi salah satu pengisi album kompilasi berformat digital yang digagas Hard Rock International Hotel and Casinos, loh. Lagu “Sweet Shining” milik Circarama bisa bersanding sama lagu-lagu milik sembilan band lainnya dari delapan negara yang berbeda. Keren, ya! Single mereka itu bakalan bisa diakses sama pengunjung hotel dan kasino milik Hard Rock yang berada di berbagai negara.

Via https://www.instagram.com/p/BXt_B-UAKq5/?taken-by=low.pinkViaIstimewa

Low Pink merupakan band bergenre psychedelic pop asal Jakarta yang dibentuk sejak 2014. Band ini resmi gabung sama Kolibri Rekords pada awal 2016 lalu. Sebagai salam perkenalan, Low Pink ngerilis single pertama berjudul “Someone for Your Days”.

Enggak lama, Low Pink ngeluarin album mini berjudul Phases EP. Raoul Dikka, tokoh utama di balik Low Pink, ngejelasin bahwa Phases EP adalah sekumpulan fase yang pernah dia lewatin dalam hidup dan  yang bakal dihadapinnya kelak. Keahlian Raoul dalam ngaransemen lagu yang ciamik dan nyisipin warna dari musik pop jadi magnet tersendiri bagi pendengar musik indie.

Tahun lalu, Low Pink baru aja ngerilis video musik perdana mereka berjudul “Phases”, single debut dari Phases EP. Dilansir RollingStone, Raoul mengungkapkan bahwa lagu ini mengungkapkan perasaan seseorang yang mencoba ngelakuin segala cara buat ngeluarin segala pikiran buruk dari dalam dirinya. Begitu banyak perubahan dalam hidup dan sekelilingnya sehingga orang itu enggak bisa membantu dirinya sendiri buat ngerasa jadi lebih baik. Wah, “dalam” banget, ya, guys?

Bagaimana? Ternyata, musisi dalam negeri kita enggak kalah dibanding sama musisi-musisi luar negeri yang lebih dulu mengusung genre psychedelic. Meski terbilang langka, nyatanya, genre psychedelic juga mampu berkembang di dunia musik lokal. Nah, di antara band-band psychedelic dalam negeri yang udah Viki sebut di atas, mana yang lo mau masukin ke playlist buat meramaikan acara perenungan diri di kamar? Via https://giphy.com/gifs/ben-affleck-hello-darkness-my-old-friend-sad-3o7WTqo27pLRYxRtg4?utm_source=media-link&utm_medium=landing&utm_campaign=Media%20Links&utm_term=https://www.facebook.com/ViaIstimewa

Share Button
By Mila Karmilla

Musik Rock : Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, serta Contohnya

October 31, 2021 0

HalloKawan Musik! Sayakembali lagi menyapa kalian semua dengan tema yang berbeda untuk kali ini. Dalam kesempatan kali ini saya membawa tema “Musik Rock”, tentu diantara kalianada yang memfavoritkan jenis musik ini kan. Baiklah langsung saja kepembahasannya.. Pengertian Musik RockMusik Rock adalah salah satu genre dalamkhasanah musik populer dunia yang biasanya didominasi oleh vokal, gitar, drum,dan bas. banyak juga dengan penambahan instrumen seperti keyboad, piano maupunsynthesizer. Musik rock biasanya mempunyai beat yang kuat dan didominasi olehgitar, baik elektrik maupun akustik. Menurut Collins Cobuild, musik rock adalahjenis msik yang memiliki nada sederhana dan beat yang cepat, dimainkan dandinyanyikan oleh sekelompok orang dengan gitar listrik dan drum. Perkembangan Musik Rock

Musikrock (bahasaInggris: rock)adalah genre musik populer yang mulai diketahui secaraumum pada pertengahan tahun ’50-an. Akarnya berasal dari rhythm and blues, music country dari tahun ’40 dan ’50-an sertaberbagai pengaruh lainnya. Selanjutnya, musik rok juga mengambil gaya dariberbagai musik lainnya, termasuk musik rakyat (folk music), jazz dan musik klasik.

Bunyikhas dari musik rok sering berkisar sekitar gitarlistrik atau gitar akustik, dan penggunaan backbeat yang sangat kentara pada rhythm section dengan gitar bass dan drum,dan keyboard seperti organ, piano atau sejak ’70-an, synthesizer. Di samping gitar ataukibor, saksofon dan harmonika bergaya blues kadang digunakan sebagaiinstrumen musik solo. Dalam bentuk murninya, musik rok “mempunyai tigachords, backbeat yang konsisten dan mencolok dan melodi yang menarik”.

Padaakhir tahun ’60-an dan awal ’70-an, musik rok berkembang menjadi beberapajenis. Yang bercampur dengan musik folk (musik daerah di Amerika) menjadi folk rock, dengan blues menjadi blues-rock dan dengan jazz, menjadi jazz-rock fusion. Pada tahun ’70-an,rock menggabungkan pengaruh dari soul, funk, dan musik latin. Juga pada tahun ’70-an,rock berkembang menjadi berbagai subgenre (subkategori) seperti soft rock, glam rock, heavy metal, hard rock, progressive rock, dan punk rock. Subkategori rock yangmencuat pada tahun ’80-an termasuk NewWave, hardcore punk, dan alternative rock. Pada tahun ’90-anterdapat grunge, Britpop, indie rock dan numetal.

Sebuahkelompok pemusik yang mengkhususkan diri memainkan musik rok dijuluki rock band atau rockgroup (grup musik rok). Rockgroup banyak yang terdiri dari pemain gitar, penyanyi utama (lead singer),pemain gitar bass, dan drummer (pemain drum), membentuk sebuah quartet. Beberapa group menanggalkansatu atau dua posisi di atas dan/atau menggunakan pennyanyi utama sebagaipemain alat musik di samping menyanyi, membentuk duo atau trio. Grup lainnya memiliki pemusiktambahan seperti dua rhythm gitar dan atau seorang keyboardist (pemain keyboard). Agak lebih jarang,penggunaan alat musik bersenar seperti biola, cello, atau alat tiup seperti saksofon, trompet, atau trombon. Ciri-ciri Musik rock

1) Wilayah nadanya luas dari nada rendah sampai nada tinggi 

2) Kekuatan musik terletak pada dinamika aransemen

3) Lagu kadang sulit disenandungkan

4) Lirik lagu cenderung ekpresif

5) Tempo bisa lambat bisa cepat

Progresive Rock, jenis musik rockyg mulai berkembang pada akhir dekade 60’an dan mencapai masa jayanya di tahun70’an. Jenis musik rock ini, menggabungkan elemen-elemen dari musik Rock, Jazz,dan Klasik.

Alternative Rock, aliran musik rockyg muncul pada tahun 80’an dan menjadi sangat populer pada tahun 90’an.

Hard Rock, subgenre musikrock yg berakar dari aliran musik Psychedelic Rock dan Garage Rock, yg berasal pada pertengahan tahun 60’an. Ciri khas musik ini adalah penambahan efek distorsi pada suara gitar listrik,bass, dan drum. Distorsi antara lain ditambahkan dengan bantuan pedal efek,penguat awal (preamp), dan pengeras suara.

Punk Rock, gerakan musikrock Anti-Establishment yg berasal dari Amerika Serikat,Australia, dan Inggris sekitar tahun 70’an. Musik ini dipelopori olehkelompok-kelompok seperti Ramones, Sex Pistols, The Damned, dan The Clash.

Heave Metal, sebuah aliranmusik rock yg berkembang pada tahun 70’an. Aliran musik ini mengutamakan gitaryg cukup banyak.

Speed Metal, genre musikyg muncul di akhir tahun 70’an dan merupakan pendahulu dari aliran musik Trash Metal. Speed Metal merupakan versi lebih cepatdari musik yg dimainkan oleh Black Sabbath, Led Zeppelin, dan Deep Purple.Musik ini mulai terkenal lewat band-band NWOBHM (New Wave of British Heave Metal). Banyak band Speed Metal juga dapat disebut band TrashMetal dan Power Metal.

Trash Metal, sebuah Extreme Metal subgenre dari Heave Metal yg berciri memiliki tempo yg cepat danagresiv. Lagu-lagu Trash Metal biasanya menggunakan stem gitar nada rendah danperkusi yg cepat.

Grincore, gabungan daribeberapa musik ekstrim, inspirasinya dimulai dari beberapa genre musik populeryg sangat cepat (seperti mengasah). Aliran musik ini, seperti gabungan antaragenre Extreme Metal, dan Hardcore-Punk.

Death Metal, sebuahsubgenre dari musik Heave Metal ygberkembang dari Trash Metal pada awal tahun80’an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yg bertemakan kekerasan ataukematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars),perkusi yg cepat, dan intensitas dinamis. Vokal biasanya dinyanyikan dengangerutuan (death grunt) atau geraman (death grawl). Teknik menyanyi seperti inijuga sering disebut “Coockie Monster Vocals”.

Black Metal, diawali olehband Venom pada tahun 80’an lewat album berjudul “Black Metal”. Lalu diikutioleh band-band seperti Bathory, Mahyem, Mercyfull Fate, dan Hellhammer/ CelticFrost. Semua band ini ter-influence oleh Venom. Band Black Metal cenderungbermain Trash Metal. Pada awal tahun 80’an sampai 90’an, BlackMetal sangat berkembang di daerah Skandinavia oleh band di atas tadi. Jenismusik metal ini juga termasuk jenis Metal Underground. Pada masa-masakejayaannya, aliran musik Black Metal mempunyai komunitas bernama NZBM (Neo Nazi Black Metal). Komunitas tersebut termasuk ygberpengaruh di komunitas Metal Underground.

Untuk lagu-lagu RockIndonesia, saya mengambil contoh, semua lagu dari Jamrud, Boomerang, Netral,Slank, TRIAD, Andra and The Backbone, Kotak, dan Winner, Superman Is Dead, dan Seurius.

Untuk lagu-lagu rockbarat, semua lagu dari Metallica, Guns N Roses, Led Zeppelin, U2, Queen,Steelheart, Scorpion, Nirvana, The Beatles, Aerosmith,  Muse, dll.

Share Button
By Mila Karmilla

5 BAND INDONESIA DENGAN FANS TERBANYAK

October 31, 2021 0

Slank adalah sebuah grup musik di Indonesia. Dibentuk oleh Bimbim pada 26 Desember 1983 karena bosan bermain musik menjadi cover band dan punya keinginan yang kuat untuk mencipta lagu sendiri. Danberhasilmenjadi salah satu musisi bersejarah dan dikenang sertaberpengaruhsepanjang masa di Indonesia. Selain itu Slank jugamenyandang predikat Indonesia’s Highest-Paid Music Star (bintang musik berbayaran termahal) pada tahun 2008 dan 2009 dengan honor Rp 500 Juta per show.

Dewa 19 adalah sebuah grup musik yang dibentuk pada tahun 1986 di Surabaya, Indonesia. Grup ini telah beberapa kali mengalami pergantian personil dan saat ini beranggotakan Ahmad Dhani (kibor), Andra Ramadhan (gitar), Elfonda Mekel (vokal), Yuke Sampurna (bass) dan Agung Yudha (drum). Setelah merajai panggung-panggung festival di akhir era 1980-an, Dewa 19 kemudian hijrah ke Jakarta dan merilis album pertamanya di tahun 1992 di bawah label Team RecordGrup ini telah meraih kesuksesan sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an melalui serangkaian lagu-lagu bergenre pop dan rock. Album yang merekarilis nyaris selalu mendapat sambutan bagus di pasaran, bahkan albummereka yang dirilis tahun 2000, Bintang Lima, merupakan salah satu album terlaris di Indonesia dengan penjualan hampir 2 juta keping. Pada tahun 2005, majalah Hai menobatkan Dewa 19 sebagai band terkaya di Indonesia dengan pendapatanmencapai lebih dari 14 milyar setahun. Di tengah kesuksesan yangdiraihnya, grup ini sempat beberapa kali tersandung masalah hukum, termasuk masalah pelanggaran hak cipta dan perseteruan dengan ormas Islam. Sepanjang perjalanan kariernya, Dewa 19 telah menerima banyak penghargaan, baik BASF Awards maupun AMI Awards. Mereka juga pernah meraih penghargaan LibForAll Award di Amerika Serikat atas kontribusi mereka pada upaya perdamaian dan toleransi beragama. Pada tahun 2008, Dewa 19 masuk ke dalam daftar “TheImmortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa” oleh majalah Rolling Stone. Dewa diakui sebagai salah satu legenda atau ikon terbesar dalam sejarah musik populer Indonesia.

Wali Band merupakan grup musik asal BLORA yang berdomisli di kapuk,cengkareng. Grup musik ini dibentuk pada tahun 2008.Anggotanya berjumlah 5 orang yaitu Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomie(drum), Ovie (kibot), dan Nunu (bass). Semua personil band ini adalahlulusan pesantren dan sebagian merupakan alumnus UIN Syarif Hidayattullah Jakarta. Album pertamanya ialah Orang Bilang dirilis pada tahun 2008. Band ini umumnya bergenre pop dengan sedikit sentuhan irama melayu dalam lagu-lagu mereka. Lagu hitdalam album ini adalah “Dik” dan “Egokah Aku” yang menggunakan Shireen Sungkar sebagai model video klip

Tipe-X band dibentuk pada bulan September 1995 (dengan nama Head Master). Formasi awal ketika itu adalah Tresno(vokal), Micky (bass), Yoss (gitar), dan Hendro (Drum). Ketika ituTipe-X sering membawakan lagu-lagu milik Red Hot Chilli Peppers (RHCP). Kemudian mereka sadar bahwa pada saat pementasan musik yang dibawakanoleh tipe-X terasa kurang “penuh”, lalu mereka sepakat untuk menambahseorang gitaris lagi untuk rhytm gitar, yaitu Irul. Setelah Irul masuk, Tipe-x tidak lagi membawakan lagu lagu RHCP, tetapi mulai mencoba memainkan suatu aliran baru yang ketika itu masih asing dan begitu dikenal di Indonesia, yaitu ska. Lagu-lagu ska yang mereka bawain ketika itu adalah lagu millik band ska luar yaitu Voodoo Glow Skull dan Operation Ivy.Mereka juga mulai belajar untuk membuat lagu lagu sendiri, dan rajinmanggung di pentas musik dan panggung underground. Tipe-X pernah meraihjuara band Favorit di Festival Musik Alternatif. Supaya nuansa skanya lebih kerasa mereka pun mulai menambah personil untuk posisi Brass Section yaitu Andi pada Trumpet dan additional player untuk trombone yaitu Billy. Mereka mulai berinisiatif untukmemperkenalkan musik yang kita mainkan juga lagu yang kita ciptakansecara lebih luas dengan mengirimkan demo lagu Frustasi ke acara EkpresiIndosiar dan demo lagu Bebas Pusing yang dikirim ke IndieLapanPramborsdan masuk peringkat lima. Setelah itu Tipe-x semakin rajinmanggung,sampai akhirnya Pops yang dikomandani Dodo Abdullahtertarik.. danTipe-X mulai rekaman. Album pertama mereka, Ska Phobia dirilis tahun 1999 dengan lagu andalan Genit dan Angan. Dua tahun kemudian, mereka kembali mengeluarkan album bertajuk Mereka Tak Pernah Mengerti (2001). Album ini mempunyai satu lagu jagoan yang bertitel “SalamRindu” yang video klipnya dibuat oleh Dimas Djayadiningrat dari rumahproduksi Millenium. Album ini dianugerahi Triple Platinum. Album ketigadirilis tahun 2003 bertajuk Super Suprise. Kali ini posisi drum digantikan oleh Aditya Pratama alias Adi, mantan penggebuk drum grup Teaser, yang menempati posisi yang ditinggalkan oleh Hendro.

The Changcuters merupakan sebuah grup musik asal Bandung, Indonesia. Grup musik yang dibentuk pada tahun 2005 tanggal 19 September ini beranggotakan Mohammad Tria Ramadhani alias Tria (vokalis), Muhammad Iqbal atau Qibil (backing vocal & gitaris), Arlanda Ghazali Langitan atau Alda (gitaris), Dipa Nandastyra Hasibuan atau Dipa (bassis), dan Erick Nindyoastomo alias Erick (drummer). Album pertamanya adalah Mencoba Sukses (2006) dan diikuti album kedua (repackaged) Mencoba Sukses Kembali dirilis pada tahun 2008. Band ini umumnya bergenre rock. mereka menamai aliran musik mereka a’la kita garasi rock n rollBerdirinya band ini diprakarsai oleh Dipa, Tria dan Qibil yang temansekampus. Mereka pun mengajak Alda dan Erick, yang juga teman Qibil mainband saat SMU. Nama The Changcuters bukan bermakna jorok atau berasaldari Bahasa Sunda yang berarti pakaian dalam pria. Tapi berasal darinama seorang sahabat, Cahya, yang popular di mata mereka lantaran lucu. Nama The Changcuters mulai dikenal sejak membintangi iklan ‘’Flexi’’ dengan jargon ‘’beuuh’’. Sebelum itu, mereka telah merilis album pertama di bulan Agustus 2006 berjudul Mencoba Sukses. Album tersebut lahir dengan bantuan Uki Peterpan,termasuk dalam proses membuat master, proses duplicating kaset dan CD,jadwal studio rekaman dan biaya lainnya. Sayang album ini kurangsuksesdi pasaran. Lewat bantuan Uki pula The Changcuters bisa menembusSony BMG. Setelah bergabung dengan Sony BMG, album kedua pun dirilis tahun 2008.Pada tahun yang sama, The Changcuters juga membintangi film berjudul The Tarix Jabrix. Tak hanya membintangi, beberapa soundtrack dalam film ini menggunakan lagu yang ada dalam album kedua mereka.

Share Button
By Mila Karmilla