5 BAND ROCK ‘N ROLL INDONESIA

October 31, 2021 0 By Mila Karmilla

Halo bro sist, kali ini saya akan membahas masalah musik rock di negeri ini. sebelumnya saya mau tanya dulu nih, apa musik yang kalian dengarkan ketika sedang sedih? apa musik yang kalian dengarkan ketika di pagi hari? Come on guys… kita harus menjadi realistis dan puitis. (asik). Kalo kalian sedih, denger musik sedih ya tambah sedih dong… kalau kalian denger musik mendayu-dayu di pagi hari ya lemes dong… mana ekspresinya? saya berpikir jika di negeri ini pendengar musiknya tergolong tidak kreatif dalam mengamati lagunya. Mereka lebih suka mendengarkan musik yang disajikan oleh acara Televisi. menurut saya banyak yang tidak berkualitas dan hanya numpang lewat seperti iklan. hehehe maaf guys… terbawa suasana. setiap orrang mempunyai selera berbeda-beda pastinya. dan saya menghargai itu.

oke… langsung aja nih buat bro sist yang pengen tau 5 band Rock ‘n Roll Indonesia yang harus di dengerin. Biar tambah semangat  :

1. THE S.I.G.I.T (THE SUPER INSURGENT GROUP OF INTEMPERANCE TALENT)

Kuartet Indonesia The SIGIT menghasilkan menggembirakan campuran hard rock yang telah menerima pujian dari orang-orang seperti Rolling Stone Indonesia. The SIGIT dimulai pada akhir tahun 90-an oleh empat teman-teman SMA, yang berbagi kekaguman yang saling menguntungkan untuk dewa rock 70-an. Diam-diam di dalam kelas, kelompok itu akan mendengarkan mereka 70-an pengaruh, selain fenomena baru seperti Brit-pop, shoegaze, dan modern punk-rock. Setelah kelas mereka akan kembali bersidang-di garasi, di mana mereka ditiru berbagai suara dan gaya mereka mendengar hari itu. berbagai The SIGIT untuk kepentingan gaya membuatnya sulit awalnya untuk mengidentifikasi musik yang akan cocok materi inventif mereka.

Dibentuk pada tahun 2000-an, saat seniman seperti Limp Bizkit dan Britney Spears mendominasi gelombang udara, The SIGIT bertanya-tanya bagaimana kecenderungan berbasis batu dan hormat untuk beberapa gaya akan diterima oleh khalayak. Untuk mengetahui, mereka mulai mengirimkan undangan untuk manggung garasi mingguan, yang menampilkan bir, barbeque, dan musik menarik The SIGIT ini. Reaksi penonton sangat positif, dan empat potong menyadari bahwa mereka tidak akan dipaksa untuk membatasi konvensi radio untuk mendapatkan pendengar. cinta otentik mereka untuk selamanya rock ‘n’ roll tua akan lebih dari cukup.

Dalam menanggapi pertunjukan garasi populer, The SIGIT merilis debut EP di akhir 2004. publikasi terhormat dan label seperti FFWD Record datang memanggil, memberikan Kesempatan SIGIT untuk melakukan di luar garasi mereka. Dengan energi tinggi dan pertunjukan bergairah, profil mereka mulai bangkit dengan cepat melalui pertunjukan live, setting panggung untuk The SIGIT tahun 2007 full-length debut Idea Terlihat Kesempurnaan. Album ini mendapat bercahaya tinjauan, terutama dari publikasi Australia seperti cepat Louder. Hal ini menyebabkan pertunjukan internasional pertama The SIGIT, ketika mereka melakukan tur Australia untuk Idea Terlihat Kesempurnaan. Pada tahun 2009, The SIGIT yang tampil di festival US seperti SXSW. Juni itu, mereka merilis koleksi sepuluh lagu yang beragam berjudul Hertz Dyslexia, yang termasuk DVD live footage dan video musik. Untuk merayakan rilis, The SIGIT menggelar konser solo di Bandung, yang dihadiri oleh penonton terjual habis lebih dari 3500 penggemar. Sebuah tur nasional akan mengikuti, dan kehadiran internasional The SIGIT akan meningkat secara signifikan.

The SIGIT baru ini merilis album full-length kedua mereka, Detourn. Judul adalah pun pada kata “detournement”, variasi pada media bekerja sebelumnya di mana salah satu yang baru dibuat memiliki makna yang antagonis dengan aslinya. Band ini mulai menulis Detourn pada tahun 2009, dan akhirnya turun ke studio pada akhir 2011. Recording dan pencampuran berakhir pada bulan Januari, dan Detourn dirilis pada tanggal 16 Maret dari FFWD Records. Detourn telah menerima pujian yang signifikan. Rolling Stone Indonesia memberi album 4 out 5, memuji Detourn untuk campuran yang rocker anthemic dan orkestrasi rumit tepat. Tujuh tahun antara full-panjang, itu jelas bahwa The SIGIT tahu bagaimana untuk meringankan antisipasi.

SUMBER : http://www.thesigit.com/

2. GUGUN BLUES SHELTER  Dibentuk pada tahun 2004 dengan nama The Blues Bug, namun karena nama tersebut sudah lebih dahulu digunakan selama 10 tahun oleh sebuah grup band asal Yunani, kemudian diubah namanya menjadi Blue Hand Gang, dan akhirnya menjadi Gugun Blues Shelter sampai saat mini.

          Gugun Blues Shelter adalah grup musik tanah air yang beraliran blues, dengan personilnya terdiri dari: Gugun (gitaris), Jono (bas), dan Bowie (drum). Musik Gugun Blues Shelter banyak dipengaruhi oleh lagu – lagu dari Steve Ray Vaughan, Betty Davis, Jimi Hendrix, dan Led Zeppelin.

Gugun (Muhammad Gunawan) sendiri sudah mulai belajar memainkan gitar diusianya yang baru 6 tahun, saat masih berdomisili di Perumahan Caltex, Duria – Riau. Saat remaja Gugun sering bermain musik disebuah Cafe kecil (BBs Cafe Menteng). Disinilah dia bertemu dengan Jono sang basis.

Jono (Jonathan Armstrong) adalah warga negara Inggris yang menetap di Australia. Kemudian datang ke Indonesia awalnya untuk berlibur ke Aceh hingga akhirnya bertemu dengan Gugun di Jakarta.

Bowie (Adityo Wibowo) merupakan drumer yang direkrut oleh Gugun saat mereka pernah beberapa kali jamming. Gugun yang memang sedang mencari seorang drumer jazz yang punya power pukulan keras, melihat bahwa kriterianya itu ada pada Bowie.

Album pertama mereka diakhir tahun 2004, berjudul “Get The Bug”. Drummer Gugun Blues Shelter saat itu adalah Iskandar.

Pada awal tahun 2007, Gugun Blues Shelter merilis album kedua berjudul “Turn It On”. Di album ini Gugun terpilih sebagai The Number One Blues Of The Year 2007 (Gitaris Blues Terbaik Asia Tenggara 2007) oleh MTV Trax Magazine.

Album ini juga mendapat penghargaan The Album Was Voted As One Of The Best Indonesian Album Of 2007 (Album Indonesia Terbaik 2007), dari Majalah Rolling Stone Indonesia.

Ditahun 2008 posisi Iskandar pada drum digantikan oleh Bowie.

Tahun 2010 Gugun Blues Shelter kembali meluncurkan album ketiga mereka yang berjudul“Gugun Blues Shelter”. Dialbum ini, lagu “When I See You Again” menjadi lagu blues favoritpada The Indonesia Edge Music Awards.

Gugun Blues Shelter pada tahun 2011 terpilih memenangi kompetisi The Hard Rock Cafe’s Global Battle Of The Bands (memperingati ulang tahun Hard Rock Cafe ke-40). Saat itu mereka tampil di Hyde Park bersama Bon Jovi, The Killers, dan Rod Steward.

Ditahun yang sama, beberapa lagu Gugun Blues Shelter yang dipilih dari album pertama sampai ke tiga mengisi album kompilasi Far East Blues Experience, dibawah label Grooveyards Records, asal Amerika.

          Gugun Blues Shelter tidak hanya dikenal di Indonesia saja, namun penggemar mereka bahkan sampai ke Eropa. Gugun Blues Shelter sudah pernah melakukan tour ke beberpa kota di Inggris. 

SUMBER : http://musikblues-info.blogspot.co.id/

Berawal dari kembalinya Achmad Albar dari Negeri Belanda ke Indonesia sekitar tahun 1972 dengan mengajak serta Ludwig Lemans, gitaris Clover Leaf grup mereka semasa di negeri kincir angin. Selama 8 tahun menetap dan bermusik dan sempat menghasilkan beberapa hits di dataran Eropa bersama grup Clover Leaf antara lain “Don’t Spoil My Day” dan “Tell The World” ternyata membuat Achmad Albar kangen dengan handai taulan di Indonesia.

Share Button