5 Band Indie Psychedelic Dalam Negeri yang Kelewat Ciamik

October 31, 2021 0 By Mila Karmilla

Buat lo yang suka nikmatin lagu-lagunya Pink Floyd, Tame Impala, dan The Beatles, pasti udah enggak asing lagi sama genre musik psychedelic. Genre ini sendiri muncul selama pertengahan 1960-an di kalangan folk rock dan band blues rock di Amerika Serikat dan Inggris. Para pemusik psychedelic sering ngegunain teknik rekaman baru dan efek dan menarik sumber non-Western kayak instrumen musik Indian. Genre ini terbagi lagi jadi psychedelic folk, psychedelic rock, pop psychedelic, dan psychedelic soul. Via https://img.buzzfeed.com/buzzfeed-static/static/2015-02/19/12/enhanced/webdr05/anigif_enhanced-20632-1424366942-16.gif?downsize=715:*&output-format=auto&output-quality=autoViaIstimewa

Nah, kalau lo pikir cuma band-band luar negeri yang mengusung genre psychedelic, lo salah besar. Memang, sih, genre ini susah lo temuin di industri musik mainstream. Namun, bukan berarti enggak ada musisi dalam negeri yang mainin dan ngembangin genre unik ini dengan kreasi dan karakter mereka.

Coba, deh, lirik band-band indie dalam negeri yang bakal Viki sebutin. Mereka terlalu ciamik buat lo lewatin!1. KalabiruVia https://www.instagram.com/p/BEqHqyPBGSF/?taken-by=kalabiruloafViaIstimewa

Gemilang Ramadhan (vokalis/gitaris), Janu Rahadi (bassist), Haryo Krisna (keyboardist), dan Adianto Estara (drummer) bersatu padu mengkreasikan unsur psychedelic dengan sentuhan folk, blues, dan etnik.

Terbentuk sejak 2015 lewat single berjudul “Abstraksi Kesadaran”, Kalabiru menyampaikan pesan perdamaian. Lagu ini sendiri mengangkat potret masyarakat Indonesia yang masih reaksioner dalam ngehadapin perbedaan. Mereka ingin ngajak pendengarnya nerima kenyataan bahwa perbedaan itu nyata adanya dan ngelihat bahwa ada keindahan di baliknya.

2. TriangulasiVia http://www.djarumcoklat.com/images/rte/8aedf5e563c87740bb51058414164bf9.jpgViaIstimewa

Kayak genre-genre musik lain, psychedelic pun berkembang. Salah satunya menjadi neo-psychedelic kayak yang diusung oleh band bernama Triangulasi. Pada awalnya, band yang resmi didirikan pada 2010 ini dibentuk dengan beranggotakan Kaisar dan Reno. Berteman sejak SMA, mereka memiliki obsesi yang sama tentang musik-musik psychedelic dan space rock. Mereka pun iseng-iseng bereksperimen dengan ngelakuin rekaman musik di kamar.

Triangulasi mulai serius ngegarap musik semenjak bergabungnya anggota baru, Tommy. Kalau lo penggemar musik-musiknya Pink Floyd, Jefferson Airplane, Cream, The Doors, atau The Beatles, dijamin lo bakal suka sama Triangulasi. Coba aja dengar salah satu lagu demo mereka berjudul “Send Her Love Back” yang syahdu di bawah ini.

3. Spiritualized MammalsVia https://www.facebook.com/spiritualizedmammals/photos/a.10152973257412483.1073741825.98429887482/10152973257397483/?type=3&theaterViaIstimewa

Band asal Bandung yang berdiri sejak 2002 ini punya konsep yang unik. Sejak awal terbentuk, mereka sering bereksperimen dengan substansi psychedelic. Seiring berjalannya waktu, mereka ngembangin musik mereka dengan sentuhan krautrock, free-improve, dan no-wave yang kental akan root sound kayak band-band era 1960—1970-an.

Dilansir Indie Jakarta, Spiritualized Mammals menggambarkan diri mereka sebagai spesies ugal-ugalan tapi gemar berdiam diri. Mereka memang enggak terlalu fokus buat ngeluarin rilisan-rilisan lagu, tapi enggak sedikit materi yang udah mereka bikin. Bahkan, mereka udah menjelajahi berbagai panggung, mulai dari Bandung hingga berbagai kota di Pulau Jawa. Via https://www.instagram.com/p/BVueHDvADSf/?taken-by=circarama_jktViaIstimewa

Circarama adalah kuartet psychedelic rock asal Jakarta yang terbentuk pada 2013 silam. Band ini diisi oleh Jugo Djarot (vokalis dan gitaris), Teuku Rifaldi (bassist), Faiz Mochamad (gitaris), dan Eki Yuda Sena (drummer). Meski enggak ingin ngelabelin grup mereka dengan satu genre khusus, mereka bikin musik psychedelic yang dikombinasiin sama sentuhan folk, ambient, dan rock.

Mereka dipilih jadi salah satu pengisi album kompilasi berformat digital yang digagas Hard Rock International Hotel and Casinos, loh. Lagu “Sweet Shining” milik Circarama bisa bersanding sama lagu-lagu milik sembilan band lainnya dari delapan negara yang berbeda. Keren, ya! Single mereka itu bakalan bisa diakses sama pengunjung hotel dan kasino milik Hard Rock yang berada di berbagai negara.

Via https://www.instagram.com/p/BXt_B-UAKq5/?taken-by=low.pinkViaIstimewa

Low Pink merupakan band bergenre psychedelic pop asal Jakarta yang dibentuk sejak 2014. Band ini resmi gabung sama Kolibri Rekords pada awal 2016 lalu. Sebagai salam perkenalan, Low Pink ngerilis single pertama berjudul “Someone for Your Days”.

Enggak lama, Low Pink ngeluarin album mini berjudul Phases EP. Raoul Dikka, tokoh utama di balik Low Pink, ngejelasin bahwa Phases EP adalah sekumpulan fase yang pernah dia lewatin dalam hidup dan  yang bakal dihadapinnya kelak. Keahlian Raoul dalam ngaransemen lagu yang ciamik dan nyisipin warna dari musik pop jadi magnet tersendiri bagi pendengar musik indie.

Tahun lalu, Low Pink baru aja ngerilis video musik perdana mereka berjudul “Phases”, single debut dari Phases EP. Dilansir RollingStone, Raoul mengungkapkan bahwa lagu ini mengungkapkan perasaan seseorang yang mencoba ngelakuin segala cara buat ngeluarin segala pikiran buruk dari dalam dirinya. Begitu banyak perubahan dalam hidup dan sekelilingnya sehingga orang itu enggak bisa membantu dirinya sendiri buat ngerasa jadi lebih baik. Wah, “dalam” banget, ya, guys?

Bagaimana? Ternyata, musisi dalam negeri kita enggak kalah dibanding sama musisi-musisi luar negeri yang lebih dulu mengusung genre psychedelic. Meski terbilang langka, nyatanya, genre psychedelic juga mampu berkembang di dunia musik lokal. Nah, di antara band-band psychedelic dalam negeri yang udah Viki sebut di atas, mana yang lo mau masukin ke playlist buat meramaikan acara perenungan diri di kamar? Via https://giphy.com/gifs/ben-affleck-hello-darkness-my-old-friend-sad-3o7WTqo27pLRYxRtg4?utm_source=media-link&utm_medium=landing&utm_campaign=Media%20Links&utm_term=https://www.facebook.com/ViaIstimewa

Share Button