12 LAGU ROCK TERBAIK INDONESIA 2020 Versi MUSIKERAS

October 31, 2021 0 By Mila Karmilla

Kesuraman yang menyelimuti sebagian besar kehidupan manusia sepanjang 2020 akibat terpaan pandemi, tidak menyurutkan lahirnya karya-karya rekaman rock bertaji. Tidak mudah memilah-milahnya menjadi (hanya) selusin lagu yang menurut kami terbaik di 2020 ini. Tapi setidaknya, karya-karya inilah yang kami anggap paling sukses mengombinasikan kreativitas yang nyaris tak bertepi, orisinalitas dan keunikan. Lalu di sisi lain, juga mampu meninggalkan dampak serta sensasi kuat di berbagai platform media sosial. 

Semoga sebagian besar lagu favorit kalian juga ada di deretan pilihan kami ini.

Trio asal Yogyakarta ini menyuguhkan komposisi yang sedap dalam tatanan rock. Kritikan sosial dilantunkan dengan kalem, namun digetarkan dengan formula musik yang gagah, lewat suara gitar berkadar gain tinggi yang lebar untuk menegaskan ritme, lalu ada suntikan synthesizer yang menyambar-nyambar serta permainan dram yang agresif sebagai pondasi.

Sangat jelas, AC/DC ditempatkan oleh band ini sebagai sumber daya utama penggerak musiknya. Tapi di lini gitar, mereka sedikit melebarkannya dengan suntikan thrash metal agar tak terjebak menjadi ‘palsu’ seperti judul lagunya. Ekspresi serta tata suara lagu ini lumayan juara, bisa menyampaikan unek-unek di liriknya dengan leluasa tanpa kehilangan gairah rock yang mendidih.

Di proyek solo Roy Jeconiah ini, ia menumpahkan energi rock yang lebih keras dari biasanya, bahkan sedikit menyenggol ranah metal. Tempo lebih cepat dengan beat yang lebih dinamis. Pola yang menurut Roy, tak bisa ia salurkan secara maksimal saat masih tergabung di band Boomerang. “Anarkis yang Kronis” ini adalah single pembuka untuk album barunya yang bertajuk “The Sun”.

Karya rekaman yang lahir sebagai bagian dari akumulasi kobaran kemarahan, yang dikumpulkan lalu dimuntahkan di album kedua Kausa yang berjudul “Una In Pepertuum”. Secara teknis, sound gitar digeber lebih berat, menerapkan penalaan (tuning) gitar di A#, lalu dibungkus dengan karakter distorsi yang lumayan kasar. Di lagu ini, kita juga mendengarkan eksekusi vokal dengan teknik berbeda dari Lukman ‘Luks’ Laksmana. Vokalis dan gitaris yang selama ini dikenal sebagai corong utama band punk rock ibu kota, Superglad tersebut sedikit mengeksplorasi suara kasar yang cenderung mengarah ke growl.

Denyut alternative rock ‘90an yang selama ini mengalir kuat di band ini, kali ini digiring ke tingkatan yang berbeda. Ada keberanian merangsek lebih dalam. Dan kehadiran dua ‘darah’ barunya di lini vokal dan dram membuat eksplorasi “Agresi” lebih maksimal dan tajam. Terjadi eksekusi yang sepadan, dimana karakter kuat musikalitas Cokelat mampu diimbangi vokalis barunya, Aiu Ratna yang powerful, namun membius lewat penyampaian nada yang magis dan emosional.

Evolusi musikal band ini semakin menarik. “Apologize” terdengar sangat berbeda dibanding materi mereka sebelumnya. Ada kesepakatan meracik warna baru, yang diperkuat penerapan hook serta riff yang lebih mudah dicerna, namun tetap mendesingkan deruan rock yang khas dan modern. Mereka mengakui, memang kini ingin lebih bereksperimen, dengan pendekatan rock kekinian.

Teknik vokal high pitch screaming serta aransemen yang cenderung mengarah progresif menjadi magnet utama “Derana”. Olahan aransemennya juga dibubuhi ambience dan loop ala musik-musik ’80an yang membuatnya terdengar segar dan menggigit. 

Eksplorasi dan bereksperimen masih menjadi jimat utama unit goth/industrial ini dalam berkarya. Getah konsisten untuk selalu tampil berbeda, dan “Coma” adalah implementasi terkini mereka. Masih bernuansa gelap, dengan kombinasi raungan gitar berdistorsi kasar yang dibiarkan menyeringai seram, yang lantas diantarkan lewat getaran rendah dan dalam dari cabikan bass serta isian-isian dram yang nyaris tak henti bermanuver. 

Si Bangsat (Edane feat. Bagus NTRL)

Menurut kami ini karya Edane yang unik. Ada keberanian untuk mencoba hal baru, dimana kali ini, unit rock senior tersebut memutuskan berkolaborasi dengan Bagus (NTRL) dalam penulisan lagu. Paling gampang menyebutnya, bayangkan lagu NTRL, namun dieksekusi dengan gaya beringas Edane. Sedikit ‘pecicilan’, tapi cadas! 

Jelas, daya tarik band ini terpusat pada unek-unek di liriknya yang sangat membumi, blak-blakan tanpa sensor. Setajam dan sekeji netizen. Tapi lirik yang sangar tentu butuh kendaraan musikal yang tepat agar menghujam sasaran dengan efektif. Nah, dalam urusan itu, band ini terbilang lihai. “Komodifikasi” adalah salah satu bukti kuat kreativitas cerdas band ini. Kebutuhan utama menyampaikan pesan di lirik tidak mengoyak groove, berjalan harmonis dalam komposisi yang tetap gagah.  

Modern rock semakin menarik di tangan band ini. Menjadi lebih gelap bukan berarti mengorbankan sisi fresh di olahan kreativitasnya. Lini gebukan dram yang mendapat kawalan ketat dari betotan bass menunjukkan dominasi yang kuat membangun greget lagu ini, lalu disempurnakan dengan pekikan scream yang berani di vokal. Formula berbeda yang seharusnya menjadi cetak biru musik Sunrise selanjutnya. 

Share Button